Rabu, 19 Maret 2014

Sistem Pernapasan Pada Manusia

Diposting oleh Unknown di 3/19/2014 07:44:00 PM
Bagaimana kita bernapas? Udara yang kita hirup adalah oksigen. Oksigen akan masuk ke dalam organ pernapasan. Pada saat kita mengembuskan napas, karbondioksida kita keluarkan. Di dalam tubuh oksigen tersebut akan digunakan untuk membakar zat makanan untuk menghasilkan energi. Peristiwa pembakaran zat makanan di dalam tubuh menggunakan oksigen disebut oksidasi biologi atau respirasi aerob.
Pengertian pernapasan dengan respirasi sebetulnya berbeda. Pernapasan adalah proses pertukaran gas antara makhluk hidup dengan lingkungannya, sedangkan respirasi adalah proses penggunaan oksigen dalam pembakaran makanan di dalam tubuh untuk menghasilkan energi. Manusia dan vertebrata memiliki organ-organ pernapasan dan mekanisme pernapasan khusus. Pada dasarnya sistem pernapasan manusia maupun vertebrata tersusun atas alat pemasukan dan alat pengangkutanudara.
Manusia bernapas secara tidak langsung. Artinya, udara untuk pernapasan tidak berdifusi secara langsung melalui permukaan kulit. Difusi udara pada manusia terjadi pada bagian dalam tubuh, yaitu pada gelembung paru-paru (alveolus). Pada pernapasan secara tidak langsung, udara masuk ke dalam tubuh dengan perantara alat-alat pernapasan.

A. ALAT PERNAPASAN





Struktur dan fungsi masing-masing organ tersebut akan dibahas satu per satu

1. Hidung 




Hidung merupakan alat pernapasan yang dilalui udara dari luar. Di dalam rongga
hidung terdapat rambut dan selaput lendir. Udara yang dihirup oleh hidung akan
mengalami tiga perlakuan sebagai berikut.
a.       Udara disaring rambut-rambut halus dan selaput lendir yang terdapat pada
rongga hidung.
b.      Udara diatur suhunya sebelum masuk ke paru-paru. Artinya udara dari luar
ketika melewati rongga hidung mendapat pemanasan sesuai dengan suhu badan.
c.        Udara di dalam hidung diatur kelembapannya oleh selaput lendir.

2. Pangkal Tenggorokan (Laring)


Setelah melewati hidung, udara masuk ke pangkal tenggorokan (laring) kemudian melalui faring (hulu kerongkongan). Faring merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokan. Dari pangkal tenggorokan (laring) udara masuk ke batang tenggorokan (trakea). Bagaimana udara tidak salah jalan masuk ke kerongkongan dan makanan tidak tersesat masuk ke batang tenggorokan?

Pada pangkal tenggorokan terdapat katup yang disebut  epiglotis . Epiglotis berfungsi mencegah makanan masuk ke tenggorokan pada waktu kita menelan makanan. Caranya, epiglotis turun menutupi jalan udara pada pangkal tenggorokan sehingga makanan tidak masuk ke batang tenggorok melainkan masuk ke kerongkongan. 




3. Batang Tenggorokan (Trakea)

Batang tenggorok (trakea) terletak di daerah leher, di depan kerongkongan. Tersusun atas gelang-gelang tulang rawan dengan panjang sekitar 10 cm. Permukaan rongga batang tenggorok dilapisi oleh selaput lendir yang memiliki rambut getar halus. Keduanya berfungsi untuk mengeluarkan atau menolak benda asing selain gas yang masuk ke saluran pernapasan. Akibat tolakan secara paksa tersebut kita akan batuk atau bersin.

4. Cabang Batang Tenggorok (Bronkhus)

Batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang batang tenggorokan (bronkhus), yaitu bronkhus sebelah kiri dan sebelah kanan. Kedua bronkhus menuju paru-paru. Di dalam paru-paru bronkhus bercabang lagi menjadi  bronkiolus. Bronkhus sebelah kanan bercabang lagi menjadi 3 bronkiolus, sedangkan sebelah kiri bercabang menjadi 2 bronkiolus. Cabang-cabang yang paling kecil masuk ke dalam gelembung paru-paru atau alveolus. Dinding alveolus mengandung kapiler darah. Melalui kapiler darah inilah oksigen dari udara di ruang alveolus akan berdifusi ke dalam darah.

5. Paru-paru (Pulmo)

Paru-paru sebetulnya merupakan sekumpulan gelembung alveolus. Terletak di dalam rongga dada di atas sekat diafragma. Diafragma adalah sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Paru-paru terdiri atas 2 bagian, yaitu paru-paru kiri terdiri atas 2 gelambir dan paru-paru kanan terdiri atas 3 gelambir (lobus). Paru-paru dibungkus selaput paru-paru (pleura). Selaput paru-paru membungkus alveolus-alveolus. Jumlah alveolus ± 300 juta buah. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali luas permukaan tubuh manusia. Di dalam alveolus terjadi pertukaran gas. Gas oksigen yang masuk dalam alveolus diikat oleh sel-sel darah merah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Gas karbondioksida dan uap air yang merupakan sisa pernapasan di buang melalui hidung.





Paru-paru orang dewasa mampu menampung udara kurang lebih 5 liter. Kemampuan tersebut disebut  daya tampung paru-paru atau kapasitas paru-paru. Pada pernapasan biasa orang dewasa, udara yang keluar masuk paru-paru sebanyak 0,5 liter. Udara sebanyak ini disebut  udara pernapasan (udara tidal). Bila kalian menarik napas dalam-dalam dan mengembuskan sekuat-kuatnya, volum yang masuk dan keluar ± 3,5 – 4 liter. Volum udara ini disebut kapasitas vital paru-paru . Sebanyak 1 – 1,5 liter udara tetap tinggal di dalam paru-paru walaupun kita telah mengeluarkan napas sekuat-kuatnya. Volum udara ini disebut  udara residu .

Menjaga Kesehatan Paru-paru

Untuk menjaga agar paru-paru kita selalu sehat dan tubuh kita memperoleh suplai oksigen yang cukup, maka kita perlu melakukan hal-hal sebagai berikut.
1.  Olah raga aerobik secara teratur, seperti jalan kaki, senam, dan berlari.
2.  Membuka jendela rumah dan sekolah setiap hari agar udara di dalam dapat berganti.
3.  Bila mampu pasanglah air conditioner (AC).
4.  Rileks dan bersantai sambil menghirup udara segar di taman, hutan, atau di desa yang banyak tumbuhannya. Tumbuhan pada siang hari melakukan fotosintesis dan menghasilkan oksigen yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita.
5.  Banyaklah menanam pohon, termasuk penghijauan di tepi jalan.
6.  Jangan berada terlalu lama di ruang yang penuh bahan kimia.
7.  Tidak merokok. Merokok berarti menghisap asap dan berbagai bahan kimi lain- nya yang ada di dalam rokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perokok memiliki kemungkinan terkena kanker paru-paru lebih besar dari pada yang bukan perokok.

B. PROSES PERNAPASAN


Paru-paru berada di dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk dan tulang dada. Proses pernapasan terdiri atas 2 fase yaitu menghirup udara (inspirasi) dan mengembuskan udara (ekspirasi). Pada fase inspirasi diafragma dan otot dada berkontraksi, rongga dada membesar paru-paru mengembang dan udara masuk. Pada fase ekspirasi diafragma dan otot dada relaksasi/istirahat, rongga dada kembali normal, paru-paru kembali normal, udara keluar dari paru.
Berdasarkan bagian tubuh yang mengatur kembang kempisnya paru, pernapasan dibedakan menjadi 2, yaitu pernapasan dada (pernapasan tulang rusuk) dan pernapasan perut (pernapasan diafragma).

1.      Pernapasan Dada




Pada waktu diafragma mendatar, volum rongga dada membesar sehingga tekanan udara dalam rongga dada mengecil. Akibatnya udara dari luar masuk ke dalam paru- paru. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang.


2. Pernapasan Perut


Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Akibatnya kedudukan diafragma yang mula-mula melengkung ke atas menjadi lurus/mendatar sehingga rongga dada membesar dan perut mengembang hingga menggembung. Karena paru-paru mengembang, tekanan udara di dalam paru-paru turun sehingga udara dari luar masuk ke dalam paru-paru.

C. KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM PERNAPASAN

Kelainan/kerusakan alat pernapasan dapat disebabkan oleh infeksi atau keturunan. Berikut ini akan diuraikan beberapa macam kelainan/gangguan yang umum terjadi pada saluran pernapasan manusia.
1.) Bronkhitis : radang cabang tenggorokan. Penyakit ini karena infeksi hidung bagian atas dan batang tenggorok.
Perawatan : beristirahatlah di tempat tidur dan menghirup uap yang diberi obat, mengompres dada dengan air hangat.
2.) Influenza/Flu : p enyakit ini disebabkan virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain: pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal.
Perawatan : beristirahatlah dengan cukup dan menghirup uap yang diberi obat.
3.) Asma (sesak napas) : merupakan penyakit penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu, debu, atau tekanan psikologis. Penyakit ini bersifat menurun.
Perawatan : mengg unakan obat-obatan yang berjenis adrenalin berbentuk minyak, aminovilin, dan isovorel.
4.) Tuberkulosis (TBC) :  penyakit ini menyerang paru-paru. Jika wilayah yang diserang meluas, sel-selnya akan mati, paru-paru mengecil, hingga napas penderita terengah-engah.
5.) Pneumonia : penyakit  ini menyebabkan radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini juga menyebabkan abses pada paru-paru sehingga menghambat pernapasan.
6.) Sinusitis : penyakit ini menyebabkan radang pada sinus, hingga terkumpul nanah dan harus dibuang.
Perawatan : nanah dibuang melalui operasi.
7.) Radang paru-paru : disebabkan oleh kuman, misalnya:  Steptocoucus, Staphylococcus Sp, atau virus-virus tertentu.
Perawatan : beristirahatlah di tempat tidur dan banyak mengkonsumsi sari buah dan
8.) Laringitis : penyakit ini menyebabkan peradangan pada laring. Penyebabnya karena infeksi, banyak merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak bicara.
Perawatan : istirahat yang cukup, minum-minuman yang hangat, jangan minum es, jangan merokok, dan hindari minuman beralkohol.
  

0 komentar:

Posting Komentar

 

Annyonghaseyo Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review